- Seorang ayah bernama Muhammad Saipul Fajri terpaksa berjalan kaki menggendong bayinya di tengah kemacetan Tol Parungkuda, Selasa (24/3/2026).
- Personel Polwan Satlantas Polres Sukabumi mengevakuasi ayah dan bayi tersebut menuju Posko Terpadu karena kondisi bayi kepanasan.
- Evakuasi ini merupakan implementasi SOP kemanusiaan untuk melindungi kelompok rentan selama skema rekayasa satu arah diberlakukan.
Aipda Devi, salah satu srikandi (Polwan) Polres Sukabumi yang turun langsung mengeksekusi evakuasi tersebut, menjelaskan bahwa tindakan "cegat paksa" ini bukanlah inisiatif sembarangan. Langkah simpatik ini merupakan implementasi dari Standard Operating Procedure (SOP) kemanusiaan yang diinstruksikan langsung oleh pucuk pimpinan.
“Tadi kan posisi jalanan sedang dikuras (one way). Perintah tegas dari Pak Kasat Lantas, kalau ada pengemudi atau penumpang yang membawa kelompok rentan, terutama bayi, balita, atau lansia, yang terlihat menderita, langsung diimbau dan dievakuasi ke posko pendingin ini dulu,” jelas Aipda Devi.
Durasi one way yang diterapkan guna mengurai kepadatan ekstrem (bottle-neck) arus balik ini memang memakan waktu yang cukup lama, menyentuh durasi kurang lebih satu jam.
Bagi orang dewasa, satu jam di bawah terik mungkin hanya soal kebosanan. Namun bagi bayi berusia 11 bulan, dehidrasi dan heatstroke (sengatan panas) adalah ancaman nyata yang mematikan.
“Cuaca di luar sana kan panas terik, kasihan kalau bayi dibiarkan di jalan. Tadi bayinya Bapak (Fajri) ini kelihatan banget keringatan parah, kebetulan habis bangun tidur juga. Kami takut terjadi apa-apa karena nunggu jalanan dibuka lagi lumayan lama, makanya prioritas utama kami selamatkan anak dulu,” papar Aipda Devi.
Beruntung, setelah mendapatkan asupan cairan dan beristirahat di ruangan yang layak, kondisi bayi 11 bulan tersebut dipastikan stabil dan ceria kembali.
“Alhamdulillah anaknya gapapa, anteng ga nangis, pokoknya aman terkendali,” pungkasnya.
Artikel ini telah ditayangkan di sukabumiupdate.com media jaringan Suara.com dengan judul "Terjebak Panas Saat One Way Arus Balik, Bayi 11 Bulan Dievakuasi ke Posko GT Parungkuda"
Baca Juga: Malam Horor di Cikidang: Terjebak 9 Jam! Bau Kopling Terbakar dan Tangis Anak Pecah di Antrean
Tag
Berita Terkait
-
Malam Horor di Cikidang: Terjebak 9 Jam! Bau Kopling Terbakar dan Tangis Anak Pecah di Antrean
-
Nekat Bawa 18 Nyawa! Tragedi Gagal Nyalip Bus di Pangandaran Renggut Nyawa Nadila
-
Tragedi Ujunggenteng 3 Nyawa Melayang, Penyelamat Ayah dan Anak Ditemukan Nelayan Pagi Ini
-
Rekor 29 Kali One Way di Jalur Bandung-Garut! Strategi Polisi Urai Macet Mudik 2026
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Bupati Sukabumi Bantah Masjid Al Afghani Mangkrak, Asep Japar: Terkendala Keterbatasan Anggaran
-
Misteri Masjid Al Afghani Sukabumi: Habiskan Rp3,6 Miliar APBD, Kini Mangkrak dan Dipenuhi Ilalang
-
Selangkah Lagi Juara! Persib Kudeta Puncak Klasemen di Tengah Teror Flare Parepare
-
Daftar Lengkap 5 Kapolda Baru yang Resmi Dilantik Kapolri Hari Ini
-
Isu Nama Jawa Barat Diganti Jadi 'Tatar Sunda' Viral, Pemprov Beri Penjelasan